Dolar Bertahan Cukup Stabil Setelah Rilis Beberapa Data AS

Dolar terpantau bergerak cukup stabil di awal perdagangan sesi New York hari ini, Kamis (15/9), setelah rilis beberapa data AS. Pasar tampaknya tengah bersiap menghadapi hasil dari rapat/pertemuan Federal Reserve (bank sentral AS/The Fed) yang akan digelar pekan depan.

Hingga pukul 22:13 WIB, Indeks Dolar AS yang mewakili kekuatan USD terhadap sejumlah mata uang utama lainnya tercatat menguat tipis 0.01% di kisaran level 109.64.

Indeks Dolar AS (Time Frame DAILY)

Beberapa data ekonomi AS yang dirilis hari ini menunjukkan bahwa penjualan ritel (Retail Sales) naik 0.3% mom (month-over-month) di bulan Agustus, melebihi ekspektasi -0.1% mom. Namun, Penjualan ritel inti (Core Retail Sales) menunjukkan angka -0.3% mom, lebih kecil dari ekspektasi 0.0% mom.

Aktivitas bisnis sektor manufaktur di negara bagian New York (Empire State Manufacturing Index) mulai tumbuh membaik hingga September, menunjukkan indeks angka -1.5, melebihi ekspektasi -12.7.

Klaim pengangguran (Unemployment Claims) AS untuk periode pekan yang berakhir 10 September, menunjukkan jumlah klaim sebanyak 213K, lebih baik ketimbang ekspektasi 225K.

Perhatian pasar saat ini beralih kepada rapat/pertemuan The Fed minggu depan. Investor memperkirakan bank sentral AS akan menjadi lebih agresif untuk mengendalikan inflasi, setelah data inflasi AS yang dirilis Selasa (13/9).

Analis ING mengatakan: “Periode siklus keuangan makro global ini mengingatkan kita pada peristiwa di awal 1980-an. Saat itu Paul Volcker memimpin The Fed. Untuk membendung laju inflasi, Volcker mengambil langkah kebijakan suku bunga menjadi 15% dan siap menerima resesi sebagaiĀ collateral damage-nya.”

“Kami rasa saat ini tidak ada seorang pun pelaku pasar yang berpikir suku bunga akan naik di atas 10% dalam waktu dekat. Tetapi laju angka inflasi akan membuat suku bunga diperkirakan kembali ke kisaran 4,30% dari 4,00%.”

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.