Lumayan, Rupiah Spot Menguat 22 Poin ke Level Rp 14.840,5 per Dolar AS

Rupiah berhasil menguat di hadapan dolar AS pada hari ini, Kamis (23/6), meskipun belum bisa menutup pelemahan sehari sebelumnya. Penguatan rupiah kali ini dipengaruhi oleh langkah Bank Indonesia (BI) yang memutuskan untuk tetap mempertahankan suku bunga acuannya.

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup terapresiasi 22 poin atau 0,15% ke level Rp 14.840,5 per dolar AS.

Kurs referensi Jisdor (Jakarta Interbank Spot Dollar Rate) Bank Indonesia (BI) juga terapresiasi hari ini. Kurs Jisdor berada di level Rp 14.835 per dolar AS, menguat 0,17% dibandingkan Rabu (22/6).

BI masih mempertahankan suku bunga acuan BI 7-Days Reverse Repo Rate (BI7DRR) di level 3,5% atau di level terendahnya, sebagai hasil keputusan Rapat Dewan Gubernur BI Juni 2022. 

Selain menahan suku bunga acuan, bank sentral juga menahan suku bunga deposit facility sebesar di level 2,75% dan suku bunga lending facility di level 4,25%.

BI menilai keputusan ini sejalan dengan perlunya bank sentral menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan tingkat inflasi, serta untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, di tengah tingginya tekanan eksternal terkait meningkatnya risiko stagflasi di berbagai negara.

Gubernur BI, Perry Warjiyo, mengatakan bahwa ketidakpastian ekonomi global ini masih akan tinggi ke depannya, seiring makin meningkatnya risiko perlambatan pertumbuhan ekonomi dan peningkatan inflasi global. Hal tersebut termasuk sebagai akibat dari makin luasnya kebijakan proteksionisme terutama pangan yang ditempuh berbagai negara. 

Dengan demikian, Perry menegaskan BI akan terus mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk tetap menjaga stabilitas dan mendukung pemulihan ekonomi Indonesia menjadi lebih berdaya. 

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.