Dolar Terkoreksi dan Masih Melemah Setelah Data Tenaga Kerja AS

Sempat mencetak fresh high 20 tahun di sesi Asia hari ini, Jumat (6/5), Dolar berbalik melemah dan masih bergerak di zona merah setelah rilis data tenaga kerja AS. Namun, pelemahannya masih terbatas sejauh ini.

Hingga pukul 23:19 WIB, Indeks Dolar AS terpantau melemah 0.07 persen di kisaran level 103.47.

Adapun, pada perdagangan Kamis (5/5), Indeks Dolar melompat 1.01 persen ke level 103.55, menyusul kebijakan dovish Bank of England (bank sentral Inggris/BoE).

Dolar bergejolak dalam 2 hari belakangan ini karena investor fokus pada seberapa agresif Federal Reserve (bank sentral AS/The Fed) akan menaikkan suku bunga untuk menghadang laju inflasi.

Indeks dolar melompat ke level tertinggi 20 tahun semalam karena permintaan safe haven, setelah aksi jual saham pada Kamis yang didorong oleh kekhawatiran tentang pengetatan agresif The Fed. Hal ini ditambah pula dengan pernyataan dovish BoE setelah menaikkan suku bunga dari 0.75% ke level 1.00% atau sebanyak 25 basis poin (bps), sesuai ekspektasi pasar.

Namun, sebagian analis berpendapat bahwa inflasi mungkin telah mendekati puncaknya. Sehingga, reli Indeks Dolar kemungkinan akan menjadi terbatas.

Sementara itu, Biro Statistik Tenaga Kerja AS melaporkan hari ini bahwa Non-Farm Employment Change menambahkan perekrutan tenaga kerja non-pertanian sebanyak 428K di bulan April, melebihi ekspektasi 390K.

Tapi laporan tersebut juga mencatat penurunan Average Hourly Earnings atau pendapatan rata-rata per jam ke angka 0.3%, lebih kecil dari ekspektasi 0.4%. Sementara, tingkat pengangguran atau Unemployment Rate masih sama seperti bulan sebelumnya, yakni 3.6%.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.