Dolar AS Melompat, Pound Anjlok Tertekan Dovish BoE

Dolar AS tampil perkasa versus beberapa mata uang utama lainnya, terutama Poundsterling, pada perdagangan Kamis (5/5), menyusul putusan kebijakan moneter Bank of England (BoE) yang dinilai dovish.

Hingga pukul 22:41 WIB, Indeks Dolar AS yang mengukur kekuatan USD terhadap sejumlah mata uang utama lainnya terpantau menguat 1.16 persen di kisaran level 103.70.

Indeks Dolar AS (Time Frame DAILY)

Sebelumnya Dolar AS sempat terkoreksi setelah putusan kebijakan Federal Reserve (The Fed/bank sentral AS) yang menegaskan bahwa bank sentral akan mengambil langkah agresif untuk memerangi inflasi yang melonjak, tetapi mengecilkan prospek kenaikan suku bunga yang lebih besar.

Ketua The Fed Jerome Powell mengatakan bahwa bank sentral tidak secara aktif mempertimbangkan kenaikan 75 basis poin di masa depan. Itu terjadi setelah bank sentral AS menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin, sesuai dengan ekspektasi pasar.

Mengikuti langkah pengetatan moneter The Fed, bank sentral Inggris (Bank of England/BoE) juga memutuskan untuk menaikkan suku bunga dari 0.75% ke level 1.00% atau sebanyak 25 basis poin (bps), sesuai ekspektasi pasar.

Poundsterling kemudian merosot tajam setelah BoE memberikan proyeksi pertumbuhan yang suram. Gross Domestic Bruto (GBP) Inggris diproyeksikan turun pada Q4 (kuartal keempat) 2022 dan pertumbuhan GDP tahun kalender secara umum mendatar atau flat pada 2023.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.