Rupiah Masih Akan Dibayangi Konflik Rusia-Ukraina

Libur Hari Raya Nyepi pada hari ini, Kamis (3/3), sehingga perdagangan nilai tukar rupiah di pasar spot juga diliburkan.

Seperti diketahui, rupiah berakhir melemah 54,5 Poin ke Level Rp 14.389,5 per Dolar AS pada perdagangan kemarin atau Rabu (2/3).

Sejumlah pengamat berpendapat bahwa rupiah masih akan dibayangi faktor eksternal, yakni konflik Rusia-Ukraina yang terus menjadi perhatian utama pelaku pasar dan menjadi sentimen negatif bagi mata uang Garuda.

Investor cenderung beralih ke aset safe haven. Ini tercermin dari rally dolar AS dalam beberapa hari terakhir. Konflik tersebut juga memicu harga minyak dunia terus melonjak yang akan mendorong kebutuhan impor Indonesia. Hal ini juga jadi sentimen negatif bagi rupiah dalam beberapa waktu ke depan.

Investor juga mengkalkulasi ulang kebijakan moneter European Central Bank (ECB). Para pejabat bank sentral yang tadinya hawkish bahkan mengatakan bahwa ECB dapat menunda pengurangan aset, sebagai dampak dari konflik Rusia-Ukraina.

Sementara itu, di AS, beberapa pejabat Federal Reserve mengatakan bahwa konflik tersebut kemungkinan akan memperlambat, namun tidak akan menghentikan kenaikan suku bunga acuan pada tahun ini.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.