Sejumlah Data AS Tunjukkan Hasil Positif, Dolar Malah Masih Lesu

Dolar AS terpantau lesu hingga di awal perdagangan sesi New York pada hari ini, Jumat (25/2). Padahal, beberapa data AS menunjukkan hasil yang melebihi ekspektasi, di tengah krisis Rusia-Ukraina yang terus dimonitor oleh pasar.

Sejumlah analis mengatakan, pelemahan USD kali ini disebabkan oleh aksi profit taking di akhir pekan, setelah Indeks Dolar mencetak harga tertinggi sejak 30 Juni 2020 pada Kamis (24/2). Kenaikan Dolar saat itu dipicu oleh serangan militer Rusia ke wilayah Ukraina yang mendorong aksi penghindaran risiko (risk-aversion).

Hingga pukul 23:05 WIB, Indeks Dolar AS tercatat melemah 0.32 persen di kisaran level 96.75.

Adapun pada perdagangan Kamis (24/2), Indeks Dolar ditutup menguat tajam 0.89 persen ke level 97.05.

Bureau of Economic Analysis (BEA) AS melaporkan hari ini, bahwa Core PCE (Personal Consumption Expenditures) Price Index untuk bulan Januari tercatat tumbuh 0.5% mom (month over month), sesuai ekspektasi.

BEA juga melaporkan bahwa Personal Spending turmbuh 2.1% mom, melebihi ekspektasi 1.6% mom. Sedangkan, Personal Income tumbuh 0% mom, tapi melebihi ekspektasi -0.3% mom.

Laporan yang terpisah dari AS menyebutkan bahwa Durable Goods Orders atau pesanan barang tahan lama pada Januari naik 1.6% mom, melebihi perkiraan 1.1% mom. Sedangkan, Core Durable Goods Orders naik 0.7% mom, di atas ekspektasi 0.4% mom.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.