Dolar AS Perkasa Setelah Rusia Gempur Ukraina, Euro dan Pound Anjlok Tajam

Dolar AS tampil perkasa di hadapan sejumlah mata uang utama lainnya pada hari ini, Kamis (24/2), menyusul gempuran Rusia ke wilayah Ukraina. Konflik tersebut memicu aksi penghindaran risiko (risk aversion) yang secara tradisional mendukung permintaan terhadap aset safe haven Dolar AS.

Hingga pukul 22:15 WIB, Indeks Dolar AS terpantau menguat tajam 1.31 persen di kisaran level 97.46. Di saat bersamaan, EUR/USD tercatat anjlok 1.50 persen dan GBP/USD merosot 1.64 persen.

Presiden Rusia Vladimir Putin telah mengumumkan operasi khusus untuk “melindungi” wilayah Donbass (Donbas) Ukraina, menurut laporan TASS yang mengutip pidatonya.

Putin mengatakan bahwa saat ini Rusia tidak memiliki rencana untuk menduduki Ukraina. Ia mendesak pasukan Ukraina untuk segera meletakkan senjata. Putin menambahkan bahwa Rusia tidak akan membiarkan Ukraina mengamankan senjata nuklir.

Sementara itu, keadaan darurat telah diumumkan di Ukraina, dan Rusia mulai mengevakuasi kedutaan besarnya di ibu kota Ukraina, Kyiv. Barat pun bereaksi dengan menjatuhkan sanksi terhadap Rusia. AS bergabung bersama Jerman dalam memberikan sanksi atas pipa gas Nord Stream 2 yang menghubungkan Jerman dan Rusia.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.