Rupiah Spot Melemah 20 Poin ke Level Rp 14.391 per Dolar AS – Kamis (6/1)

Tren negatif rupiah versus dolar Amerika Serikat (AS) berlanjut pada hari ini, Kamis (6/1). Pergerakan rupiah sejalan dengan mayoritas mata uang Asia lainnya.

Rupiah berada di bawah tekanan seiring ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve yang kemungkinan dilaksanakan Maret 2022. Sebelumnya pasar memperkirakan Mei.

Selain itu, laporan ADP yang dirilis kemarin menunjukkan peningkatan jumlah tenaga kerja sektor swasta AS yang melebihi ekspektasi. Ini makin memperkuat kedudukan dolar AS dan membebani aset berisiko, termasuk rupiah.

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup melemah 20 poin atau 0.14 persen ke Rp 14.391 per dolar AS.

Kurs referensi Jisdor (Jakarta Interbank Spot Dollar Rate) Bank Indonesia (BI) juga berlanjut lesu hari ini. Kurs Jisdor BI berada di level Rp 14.396 per dolar AS, melemah 0,22% dari posisi Rabu (5/1).

Hingga pukul 15.00 WIB pada hari ini, hanya yen Jepang yang masih bertahan di zona hijau setelah menguat 0,21% terhadap USD.

Sementara itu, baht Thailand menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia usai merosot 0,74%. Diikuti, peso Filipina yang ditutup lengser 0,43%.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.