Angka Inflasi AS Terbaru Tumbuhkan Keraguan Taper The Fed

Dolar Amerika Serikat (AS) sejauh ini masih lesu terhadap beberapa mata uang utama lainnya di sesi New York, Rabu (15/9). Data inflasi terbaru tampaknya memunculkan keraguan bahwa Federal Rserve (The Fed/bank sentral AS) akan memulai pengurangan aset (tapering) pada tahun 2021.

Hingga pukul 21:39 WIB, Indeks Dolar AS terpantau melemah 0.18 persen di kisaran level 92.49.

Indeks Dolar telah terjebak dalam kisaran 92,00 hingga 93,00 selama sepekan karena beberapa pejabat The Fed mendorong bank sentral untuk memulai pengurangan aset pada akhir 2021.

Namun, seperti diketahui, data inflasi AS pada Selasa (14/9) menunjukkan bahwa laju inflasi mengalami perlambatan.

Biro statistik AS melaporkan bahwa Consumer Price Index (CPI) turun dari 0.5 persen menjadi 0.3 persen month-over-month (mom) di bulan Agustus, meleset dari ekspektasi 0.4 persen. Sedangkan, inflasi inti (Core CPI) juga di bawah ekspektasi, turun dari 0.3 persen ke angka 0.1 persen mom.

Analis mata uang senior National Australia Bank (NAB) mengatakan: “Rilis data inflasi mengurangi kekhawatiran dan meniadakan tekanan yang tersisa pada Fed untuk mengurangi aset pada bulan September. Tetapi hal ini menumbuhkan spekulasi bahwa tapering lebih mungkin terjadi di bulan November atau Desember,”

Sementara itu, analis Commonwealth Bank of Australia (CBA), Carol Kong, lebih optimistis terhadap prospek dolar, dan memprediksi bahwa percepatan biaya tenaga kerja di AS akan membuat harga konsumen tetap tinggi.

“Inflasi yang masih di atas target (2 persen) terbukti lebih tahan lama daripada yang diharapkan. Implikasinya adalah The Fed kemungkinan akan merasa perlu menaikkan suku bunga lebih awal dari perkiraan pasar saat ini.” ungkap Carol.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.