Dolar Melemah, Pasar Menanti Data Tenaga Kerja AS

Dolar melemah terhadap sejumlah mata uang utama pada perdagangan Kamis (4/8). Katalis positif dari komentar hawkish dari pejabat Federal Reserve (bank sentral AS/The Fed) tampaknya memudar. Investor saat ini sedang menanti data tenaga kerja AS yang akan dirilis Jumat (5/8) untuk mengukur outlook pasar tenaga kerja AS di tengah tingginya inflasi.

Hingga pukul 21:36 WIB, Indeks Dolar AS yang mengukur kekuatan USD terhadap beberapa mata uang utama lainnya terpantau melemah 0.20% di kisaran level 106.17.

Indeks Dolar AS (Time Frame DAILY)

Sementara itu, Bank of England (BoE) kembali memutuskan untuk menaikkan suku bunga ke level 1.75%, sesuai ekspektasi pasar. Ini adalah kenaikan yang terbanyak sejak 1995. Tapi kemudian Sterling merosot karena BoE memperingatkan tentang risiko resesi panjang dengan inflasi yang bisa mencapai 13%.

Dari AS, beberapa pejabat The Fed menolak persepsi bahwa suku bunga AS hampir mencapai puncaknya. Presiden Fed San Francisco Mary Daly dan Presiden Fed Minneapolis Neel Kashkari menyuarakan tekad mereka semalam untuk mengendalikan inflasi yang tinggi.

Tetapi dampak dari retorika hawkish pada dolar tampaknya memudar, seiring dengan Indeks Dolar AS yang cenderung defensif hingga awal perdagangan sesi New York hari ini.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.