Dolar Melemah Meski Data Durable Goods Orders AS Periode Mei Meningkat

Dolar AS masih terpantau melemah terhadap beberapa mata uang utama lainnya di sesi New York hari ini, Senin (27/6), meskipun data Durable Goods Orders (pesanan barang tahan lama) periode Mei meningkat melebihi perkiraan.

Hingga pukul 22:10 WIB, Indeks Dolar AS tercatat melemah 0.31% di kisaran level 103.79.

Indeks Dolar AS (Time Frame DAILY)

Seperti diketahui sebelumnya, ekspektasi kenaikan suku bunga yang agresif oleh Federal Reserve (bank sentral AS/The Fed) telah menopang dolar sehingga indeks naik ke level tertinggi hampir dua dekade di posisi 105.79 pada awal Juni 2022.

Akan tetapi, beberapa indikator data berfrekuensi tinggi menunjukkan bahwa momentum ekonomi mulai mendingin dan penurunan harga komoditas yang lebih luas. Ini membuat investor menjadi lebih berhati-hati.

“Hari ini masih merupakan bagian dari fase konsolidasi (dari Indeks Dolar),” ujar Marc Chandler, analis Bannockburn Global Forex LLC.

“Saya pikir kita hanya perlu untuk menunggu lebih banyak data, dan data itu akan dirilis pada akhir pekan ini,” tambahnya, merujuk pada data infasi Zona Euro yang akan diumumkan Jumat (1/7).

Analis lainnya, Shaun Osborne dari Scotiabank, mengatakan: “Indeks dolar menunjukkan beberapa kerentanan terhadap pelemahan lebih lanjut. Tapi kami merasa penguatan dolar yang lebih luas masih akan berjuang untuk memperpanjang reli secara signifikan. Kerugian (koreksi dolar) cenderung terbatas sejauh ini, kecuali apabila katalis bearish yang lebih signifikan telah muncul.”

Sementara, data dari AS yang dirilis pada hari ini menunjukkan, Durable Goods Orders periode Mei naik dari 0.5% (data bulan sebelumnya) ke angka 0.7%, melebihi ekspektasi untuk kenaikan 0.1%. Sedangkan, Core Durable Goods Orders juga naik melebihi perkiraan ke angka 0.7%, di atas data bulan sebelumnya (0.4%).

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.