Dolar AS Ditopang Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga; Pound Terbebani Data GDP Inggris

Dolar AS melanjutkan reli hari ini, Senin (13/10). Di sisi lain, Poundsterling terbebani oleh data GDP Inggris yang turun di bawah ekspektasi pada periode April. Sementara, Euro juga tertekan statement European Central Bank (ECB) yang dinilai dovish pekan lalu.

Hingga pukul 23:20 WIB, Indeks Dolar AS yang mewakili kekuatan USD versus sejumlah mata uang utama lainnya terpantau menguat 0.58% di kisaran level 104.79.

Indeks Dolar AS (Time Frame Daily)

Reli USD ditopang oleh data inflasi AS periode Mei yang dirilis Jumat (10/6) lalu. Data itu menunjukkan inflasi yang kembali meningkat. Hal ini mendorong spekulasi bahwa Federal Reserve (bank sentral AS/The Fed) kemungkinan harus melanjutkan kenaikan suku bunga hingga September guna membendung inflasi.

Sebagian besar pelaku pasar memprediksi bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin (bps). Tapi banyak juga investor yang memperkirakan kenaikan hingga 75 bps pada FOMC meeting pekan ini.

Sementara itu, data ekonomi dari Inggris yang dirilis hari ini menunjukkan bahwa kegiatan ekonomi melambat di bulan April. Gross Domestic Bruto (GDP) turun ke angka -0,3%, jauh lebih rendah dari perkiraan pertumbuhan 0,1%. Untuk periode tiga bulan hingga April, GDP hanya tumbuh 0,2% setelah sebelumnya mencatat angka 0,8% pada periode tiga bulan sebelumnya.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.