Terseret Bursa Wall Street, Pasar Saham Asia Berguguran

Mayoritas pasar saham Asia-Pasifik berakhir di zona merah pada perdagangan Jumat (6/5), karena investor masih merespons negatif kenaikan suku bunga acuan bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed).

Ambruknya sebagian besar bursa Asia-Pasifik pada perdagangan akhir pekan ini terjadi setelah tiga indeks utama Wall Street ditutup anjlok di kisaran 3%-5% pada perdagangan Kamis kemarin waktu setempat. Investor dilanda kecemasan bahwa kenaikan suku bunga The Fed sebesar 50 basis poin tidak akan cukup untuk meredam lonjakan inflasi.

Indeks Hang Seng Hong Kong memimpin pelemahan setelah ditutup ambruk 3,81% ke level 20.001,96. Indeks Shanghai Composite China dan ASX 200 Australia menyusul setelah ditutup anjlok 2,16% masing-masing ke level 3.001,56 dan 7.205,6.

Sementara, indeks Straits Times Singapura berakhir merosot 1,55% ke 3.291,89, dan KOSPI Korea Selatan turun 1,23% ke level 2.644,51.

Hanya indeks Nikkei Jepang yang ditutup di zona hijau pada hari ini, yakni menguat 0,69% ke level 27.003,56. Sedangkan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belum dibuka karena masih cuti bersama/libur panjang Hari Raya Idul Fitri 1443 H.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.