Dolar Masih Tak Bertenaga Setelah Rilis Data AS

Dolar AS masih tak bertenaga terhadap beberapa mata uang utama lainnya di sesi New York, Selasa (1/2), melanjutkan koreksi pada perdagangan sehari sebelumnya. Koreksi tersebut merupakan pelemahan dua hari beruntun, setelah mencetak level tertinggi 19 bulan.

Hingga pukul 22:15 WIB, Indeks Dolar AS terpantau melemah 0.27% di kisaran level 96.38.

Adapun pada perdagangan Senin (31/1), Indeks Dolar ditutup turun tajam 0.59% ke level 96.65.

Institute for Supply Management (ISM) melaporkan bahwa Purchasing Manager’s Index (PMI) sektor manufaktur AS berekspansi di bulan Januari. Namun, melambat dari 58.7 (data bulan sebelumnya) ke level 57.6.

Biro Statistik Tenaga Kerja AS juga melaporkan bahwa Job Openings and Labor Turnover Survey (JOLTS) di bulan Desember 2021 mencatat pembukaan lapangan kerja sebanyak 10.93 juta. Angka itu melebihi ekspektasi 10.35 juta dan naik dari bulan sebelumnya (10.78 juta).

Sementara itu, investor tengah bersiap menunggu putusan bank sentral Inggris dan Uni Eropa. Putusan dari Bank of England (BoE) dan European Central Bank (ECB) akan digelar Kamis (3/2).

Terkait kebijakan ECB, sejumlah analis memperkirakan bahwa bank sentral itu juga akan menaikkan suku bunganya.

Analis Mizuho, Neil Jones, mengatakan: “Ada pendapat di kalangan investor dan para analis bahwa ketika bank sentral utama berada di jalur kenaikan suku bunga, mata uang Euro mungkin lebih menarik dari yang diperkirakan sebelumnya.”

Pasar saat ini memperkirakan sebanyak lima kali kenaikan suku bunga The Fed tahun ini. Kenaikan pertama diprediksi pada bulan Maret, menurut data Refinitiv di Eikon.

Seperti diketahui, Bank Sentral Eropa sementara ini masih mempertahankan sikap kebijakan moneter yang longgar. Namun, Jones mengatakan pelemahan dolar bisa datang dari gagasan bahwa perbedaan antara ECB dan Fed mungkin akan menyempit.

“Dari perspektif pasar ada beberapa pemikiran bahwa mungkin ECB akan menaikkan suku bunga. Secara bersamaan, The Fed mungkin tidak akan menaikkan sebanyak lima kali tahun ini,” imbuh Jones.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.