Indeks Dolar Terkoreksi Setelah Rilis Data AS

Indeks Dolar terkoreksi setelah rilis beberapa data AS di sesi New York, Jumat (28/1), setelah kemarin melaju kencang mencetak level tertinggi 2022.

Hingga pukul 23:22 WIB, Indeks Dolar AS tercatat melemah 0.10 persen di kisaran level 97.11.

Adapun pada perdagangan Kamis (27/1), Indeks Dolar ditutup menguat tajam 0.75 persen ke level 97.20. Ini merupakan penguatan 4 hari beruntun yang didukung pernyataan hawkish The Fed.

Biro Analisis Ekonomi AS melaporkan hari ini bahwa Core PCE (Personal Consumption Expenditures) Price Index untuk periode Desember 2021 tumbuh 0.5% mom (month-over-month), sesuai dengan ekspektasi.

Universitas Michigan AS juga melaporkan hasil survei terbarunya pada hari ini bahwa Consumer Sentiment AS di bulan Januari turun ke level 67.2 dari sebelumnya 68.8.

Sementara itu, sejumlah pengamat mengataka bahwa koreksi Indeks Dolar terbilang normal secara teknikal. Itu karena dolar telah membukukan reli tajam 4 hari beruntun dengan mencetak level tertinggi 2022.

Dalam persepektif jangka panjang, Indeks Dolar masih akan berisiko untuk terus naik menuju level psikologis 100.00. Faktor fundamental yang mendukungnya adalah kenaikan suku bunga Federal Reserve yang diperkirakan sebanyak 4 kali kenaikan di sepanjang 2022.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.