Outlook Sesi AS: Pound berupaya bangkit. Harga emas masih lesu

Poundsterling tengah berupaya untuk bangkit melawan dominasi Dolar AS di sesi New York hari ini, Jumat (28/1). Euro pun demikian, setelah merosot tajam kemarin. Sementara, harga emas (Gold) masih lesu.

Hingga pukul 21:54 WIB, GBP/USD naik 0.33%. EUR/USD naik 0.20%. Sedangkan, Gold (XAU/USD) melemah 0.56%.

GBP/USD: Berisiko bouncing

Bias jangka pendek sangat negatif. Harga berada jauh di bawah Pivot Weekly (1.3596) dan level S3 Weekly (1.3357) nyaris tersentuh. Kondisi ini umumnya justru berisiko bouncing, terutama jika 1.3357 tetap bertahan dari aksi jual.

Level 1.3401 (Pivot Daily) jadi fokus untuk memantau pergerakan harga pada hari ni. Aksi beli di atas 1.3401 dapat berisiko mendorong harga naik menguji 1.3451 (S2 Weekly).

Sebaliknya, di bawah 1.3401 akan berisiko kembali menyeret harga turun mengancam S3 Weekly (1.3357).

EUR/USD: Berisiko bouncing

Kondisinya serupa dengan GBP/USD. Harga berada jauh di bawah Pivot Weekly (1.1358). Sementara, S3 Weekly (1.1147) telah tersentuh. Sehingga, EUR/USD justru berisiko untuk mengikis pelemahan setelah anjlok tajam kemarin.

Level 1.1171 (Pivot Daily) jadi fokus untuk mengantisipasi bouncing yang lebih tinggi menuju 1.1223 (S2 Weekly).

Sebaliknya, pergerakan harga di bawah 1.1171 masih akan berisiko untuk sekali lagi menguji S3 Weekly (1.1147) dan menjangkau 1.1101 (S2 Daily).

XAU/USD: Prospek bearish pantau level 1792.66

Bias jangka pendek masih negatif sejauh ini dengan aksi jual yang dihambat area 1786.87/1783.09 (S2 Weekly/S2 Daily).

Sementara itu, level 1792.66 (S1 Daily) menjadi fokus pada hari ini, guna memantau prospek bearish, sekaligus mengantisipasi bouncing di atas level itu.

Pergerakan harga emas di bawah zona 1786.87/1783.09 dapat berisiko memicu bearish untuk mengancam 1768.08 (S3 Weekly). Namun, sebaiknya waspadai respons buyers dari area tersebut.

Sedangkan, pergerakan harga emas di atas 1792.66 bisa berisiko mengangkat harga mengejar 1807.35 (Pivot Daily) hingga 1810.77 (S1 Weekly). Area ini cukup ideal untuk menempatkan posisi sell dengan Stop Loss (SL) ketat.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.