Indeks Dolar Terkoreksi, Pasar Menanti FOMC Pekan Depan

Dolar AS melemah terhadap beberapa mata uang utama lainnya pada hari ini, Jumat (21/1). Sementara itu, kekhawatiran investor atas meningginya inflasi global dan rencana The Fed untuk memperketat kebijakan moneternya, mampu menahan pelemahan USD. Sehingga, koreksi Indeks Dolar sejauh ini masih dengan range yang terbatas.

Hingga pukul 23:45 WIB, Indeks Dolar AS terpantau melemah 0.16 persen di kisaran level 95.61.

Adapun pada perdagangan Kamis (20/1), Indeks Dolar ditutup menguat 0.16 persen ke level 95.77.

Mata uang AS mengalami jeda dari kenaikan baru-baru ini di tengah reli imbal hasil Treasury AS yang mulai kehilangan tenaga. Namun, masih bergerak di dekat level terbaiknya dalam dua bulan terakhir.

Naiknya imbal hasil obligasi AS pekan ini didorong oleh ekspektasi pasar bahwa Fed akan mengetatkan kebijakan moneter lebih cepat daripada yang diperkirakan pasar.

Sementara itu, Fed funds futures memperhitungkan kenaikan suku bunga pada Maret 2022 dengan total empat kenaikan dalam setahun.

Saat ini investor tengah menanti hasil rapat/pertemuan para pejabat The Fed yang dimulai Selasa (25/1) pekan depan. Investor akan mencari petunjuk tentang jadwal Fed untuk kenaikan suku bunga dan pengurangan aset.

Analis Westpac mengatakan kepada Bloomberg bahwa Dolar AS berpotensi menguat hingga pertemuan The Fed pekan depan. Mereka juga memperkirakan Indeks Dolar bisa bergerak naik mendekati level tertinggi 2021 di 96.94.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.