Dolar AS Tertekan Usai Putusan BoE dan ECB

Dolar AS berada di bawah tekanan terhadap beberapa mata uang utama lainnya pada hari ini, Kamis (16/12), usai putusan kebijakan Bank of England (BoE) dan European Central Bank (ECB).

Hingga pukul 22:57 WIB, Indeks Dolar AS terpantau 0.20 persen di kisaran level 96.14.

Bank sentral Inggris (BoE) memberikan kejutan di akhir tahun ini, yakni menjadi bank sentral utama yang menaikkan suku bunga, dari 0.10 persen menjadi 0.25 persen.

Sementara itu, ECB menyatakan akan terus memangkas pembelian obligasi. Bank sentral itu akan memotong obligasi di bawah skema Pandemic Emergency Purchase Programme (PEPP) sebesar 1.85 triliun euro dan akan mengakhiri skema tersebut pada Maret 2022. Namun, hal ini akan meningkatkan pembelian obligasi di bawah skema Asset Purchase Programme(APP) yang berjalan lebih lama.

Analis Rabobank, Jane Foley, mengatakan: “ECB telah mengejutkan pasar dengan ukuran pembelian bulanan APP yang relatif terkendali ke depan, meskipun ada elemen dovish dalam pernyataannya. Ini sehubungan dengan reinvestasi PEPP yang dapat dilanjutkan.”

“EUR/USD terdorong naik. Sebagian mencerminkan fakta bahwa bahwa pasar telah sangat lama menopang USD.” tambahnya.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.