PPI AS Melebihi Ekspektasi, Indeks Dolar Masih Stabil

Indeks Dolar terpantau cukup stabil di awal perdagangan sesi New York, Selasa (14/12), usai rilis data PPI AS. Sejauh ini, Dolar AS masih ditopang ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve dan meningkatnya kekhawatiran atas varian Omicron Covid-19.

Bureau of Labor Statistics (BLS) melaporkan bahwa inflasi harga produsen atau Producer Price Index (PPI) AS untuk periode November naik 0.8 persen mom (month-over-month). Kenaikannya melebihi ekspektasi 0.5 persen mom.

Secara tahunan, PPI AS naik 9.6 persen yoy (year-over-year), melebihi ekspektasi 9.1 persen yoy. Ini adalah inflasi tahunan yang tertinggi sejak November 2010.

BLS juga melaporkan bahwa Core PPI AS naik 0.7 persen mom, di atas ekspektasi 0.4 persen mom. Secara tahunan, Core PPI AS naik 6.9 persen yoy.

Hingga pukul 22:16 WIB, Indeks Dolar AS terpantau melemah 0.05 persen di kisaran level 96.32.

Sementara itu, The Fed (Federal Reserve/bank sentral AS) akan memulai pertemuan kebijakan moneter dua hari pada hari ini. Kemudian, putusan kebijakan akan diumumkan Rabu waktu setempat atau Kamis dini hari (WIB).

Bank sentral tersebut diperkirakan akan mempercepat tapering. Investor kemudian akan mencari petunjuk tentang waktu kenaikan suku bunga pada tahun 2022. Suku bunga diprediksi naik pada Juni 2022 yang akan disusul dengan kenaikan berikutnya di bulan November.

Analis Westpac mengatakan: “Pasar memberi standar yang tinggi bagi The Fed agar tetap hawkish. Tetapi bahkan jika The Fed hanya menyesuaikan dengan ekspektasi yang meningkat, mereka masih berada di depan ECB.”

European Central Bank (ECB) dan Bank of England (BoE) akan mengumumkan keputusan kebijakannya pada hari Kamis, dan Bank of Japan sehari kemudian.

ECB diperkirakan akan mengkonfirmasi keluar dari skema stimulus darurat pandemi senilai EUR1,85 triliun ($2,08 triliun) pada Maret 2022.

Sementara itu, menyusul informasi dari Inggris mengenai kematian pertama terkait Omicron menurut Perdana Menteri Boris Johnson, kemungkinan kenaikan suku bunga BoE semakin berkurang. Di Asia Pasifik, China melaporkan kasus impor pertama infeksi Omicron.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.