Dolar Lanjut Terkoreksi, Pasar Menunggu Data Inflasi AS

Dolar AS berlanjut melemah pada hari ini, Senin (12/9). Sebaliknya, Euro rebound ke level tertinggi 3 pekan saat investor meninjau kembali jalur kebijakan moneter European Central Bank (ECB) setelah menaikkan suku bunga minggu lalu.

Suku bunga acuan deposit ECB meningkat sebesar 75 basis poin menjadi 0.75 persen. Suku bunga refinancing meningkat sampai 1.25 persen. Sedangkan, suku bunga pinjaman overnight naik sampai 1.50 persen. Ini merupakan skala kenaikan suku bunga ECB yang terbesar sepanjang sejarah.

Presiden ECB Christine Lagarde dalam konferensi pers pekan lalu mengisyaratkan dua atau tiga kenaikan suku bunga dalam upaya membawa tingkat inflasi ke target bank yang sebesar 2%. Proyeksi pengetatan moneter yang agresif ini mendorong Euro bergerak naik terhadap Dolar AS.

Hingga pukul 21:39 WIB, Indeks Dolar AS yang mengukur kekuatan USD terhadap beberapa mata uang utama lainnya terpantau melemah 0.66% di kisaran level 108.25. Di saat yang sama, EUR/USD tercatat naik 0.77% di kisaran level 1.0121.

Indeks Dolar AS (Time Frame DAILY)

Sementara itu, investor saat ini sedang menanti data inflasi AS yang akan dirilis besok atau Selasa (13/9). Sebagian pelaku pasar khawatir apabila data inflasi AS akan menunjukkan indikasi penurunan dibandingkan dengan data yang dirilis bulan sebelumnya. Penurunan inflasi bisa menjadi alasan bagi Federal Reserve (bank sentral AS/The Fed) untuk memperlambat laju kenaikan suku bunga.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.