Cetak Rekor Tertinggi Baru dalam 20 Tahun Terakhir, Dolar AS Makin Perkasa

Dolar AS mendominasi perdagangan di pasar mata uang pada hari ini, Rabu (6/7), dengan melaju ke rekor baru yang tertinggi dalam 20 tahun terakhir. Di sisi sebaliknya, mata uang Euro makin terpuruk akibat melonjaknya harga energi menyusul dihentikannya pasokan gas dari Rusia.

Hingga pukul 23:34 WIB, Indeks Dolar AS yang mengukur kekuatan USD terhadap sejumlah mata uang utamanya terpantau menguat 0.64% di kisaran level 107.17.

Indeks Dolar AS (Time Frame DAILY)

Analis Credit Suissee, Shahab Jalinoos, mengatakan bahwa penguatan Dolar AS didukung karena harga energi yang tinggi dan Federal Reserve (bank sentral AS/The Fed) telah menaikkan suku bunga lebih cepat daripada kebanyakan bank sentral utama lainnya.

“Anda memiliki faktor makro tradisional yang mendorong kekuatan USD saat ini dibandingkan langkah yang merugikan aset berisiko. AS adalah pengekspor energi secara net, sementara Jerman mengalami defisit perdagangan untuk pertama kalinya sejak 1991.”

“Suku bunga tinggi di AS dan pergeseran perdagangan yang menguntungkan AS, menambah keberlanjutan kekuatan dolar,” ujarnya menambahkan.

Analis lainnya, Moritz Paysen, menambahkan: “Bukan hanya ancaman krisis energi gas yang membebani mata uang Euro. Tapi tingginya biaya energi akan terus menjadi beban. Biaya energi di Eropa berkali-kali lipat lebih tinggi dibandingkan AS.”

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.