Sempat Menguat, Dolar AS Berbalik Melemah

Sempat berupaya melanjutkan penguatan sehari sebelumnya, Dolar AS berbalik melemah terhadap beberapa mata uang utama lainnya pada perdagangan Kamis (26/5).

Hingga pukul 23:19 WIB, Indeks Dolar AS yang mewakili kekuatan USD terhadap sejumlah mata uang utama lainnya terpantau melemah 0.23% di kisaran level 101.84.

Indeks Dolar AS (Time Frame DAILY)

Adapun pada penutupan perdagangan Rabu (25/5), Indeks Dolar ditutup menguat 0.30% ke level 102.07, menyusul rilis notulen FOMC (Federal Open Market Committee). Notulen itu menyiratkan bahwa Federal Reserve (bank sentral AS/The Fed) akan menambahkan kenaikan suku bunga sebanyak 50 basis poin pada bulan Juni dan Juli.

Tapi kemudian sebagian investor dan analis beranggapan bahwa kenaikan tersebut akan memperlambat siklus pengetatan moneter pada paruh kedua tahun ini. Hal inilah yang menjadi salah satu faktor penyebab melemahnya Dolar.

Boris Schlossberg, managing director FX strategy di BK Asset Management, mengatakan: “Dolar AS tidak lagi mendominasi seperti beberapa pekan yang lalu. Notulen FOMC menunjukkan siklus pengetatan yang moderat untuk ke depannya.”

Sementara itu, data ekonomi terbaru AS mencatat bahwa pembacaan kedua (second reading) dari Gross Domestik Product (GDP) kuartal pertama 2022 menunjukkan penurunan pertumbuhan ke angka -1.5%, lebih rendah dari ekspektasi -1.3%.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.