Dolar AS Melemah Tipis Usai Rilis Notulen FOMC

Dolar AS terpantau turun tipis terhadap beberapa mata uang utama lainnya di sesi New York, Kamis (7/4). Namun, masih di dekat level tertinggi dua tahun usai rilis notulen rapat Federal Reserve terakhir yang mengindikasi bahwa bank sentral AS tersebut akan lebih agresif menaikkan suku bunga acuannya, yakni sebesar 50 basis poin (bps).

Hingga pukul 22:15 WIB, Indeks Dolar AS tercatat melemah 0.04 persen di kisaran level 99.58.

Notulen rapat FOMC yang dirilis dini hari tadi (WIB) menunjukkan bahwa para pengambil kebijakan telah menyusun rencana untuk menyusutkan neraca keuangan lebih dari $1 triliun per tahun. Banyak anggota FOMC yang melihat satu atau lebih kenaikan sebanyak 50 bps jika tekanan inflasi gagal menjadi moderat.

Analis ING mengatakan: “Dolar AS masih memiliki ruang untuk mengejar pergerakan besar terkait suku bunga. Konsolidasi di sekitar level yang lebih tinggi ini mungkin akan terjadi pada tahap ini.”

Sementara itu, mata uang Euro masih berisiko untuk tertekan lebih rendah. Ini karena meningkatnya peluang tokoh sayap kanan, anti persatuan Uni Eropa, Marine Le Pen, untuk memenangkan pemilihan presiden Prancis bulan ini, di mana pemilihan umum putaran pertama berlangsung pada hari Minggu.

“Sikap Le Pen atas sejumlah masalah terkait Uni Eropa (UE), seperti keluar dari UE, telah melunak sejak kampanye pemilihan 2017. Tetapi dampaknya terhadap stabilitas UE masih dianggap cukup signifikan,” analis ING menambahkan.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.