Indeks Dolar Berbalik Melemah di Sesi New York

Sempat naik cukup tajam di sesi Asia, Rabu (29/12), penguatan Dolar AS terkikis dan kemudian berbalik melemah di sesi New York.

Hingga pukul 21:52 WIB, Indeks Dolar AS terpantau turun 0.25 persen di kisaran level 95.91.

Adapun pada perdagangan Selasa (28/12), Indeks Dolar ditutup menguat 0.09 persen ke level 96.15.

Sementara itu, volume perdagangan masih terlihat tipis sejauh ini. Sebagian besar investor telah melikuidasi sebagian besar posisinya di pasar mata uang untuk menyambut Tahun Baru 2022.

Volume perdagangan biasanya baru akan kembali normal di pertengahan minggu pertama Januari.

Sejumlah analis mengingatkan bahwa masih sulit untuk membaca arah sebenarnya dari pergerakan Dolar AS karena banyak investor yang libur menyambut Tahun Baru.

Analis IG Markets, Kyle Rodda, mengatakan kepada Reuters: “Sebagian besar kondisi saat ini penuh dengan ‘noise’. Arah pergerakan harga jadi kurang jelas karenanya. Kita mungkin melihat dinamika aksi jual/beli yang ringan terjadi dengan pergerakan saham AS yang sedikit turun.”

Namun, Rodda tetap bullish pada mata uang AS untuk jangka panjang. Ini karena Federal Reserve akan menaikkan suku bunga lebih dulu ketimbang European Central Bank (ECB).

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.