Aksi Profit Taking, Dolar AS Terkoreksi Tajam

Minim data ekonomi di sesi New York, Jumat (26/11), namun Dolar AS terkoreksi tajam terhadap beberapa mata uang utama lainnya. Aksi ambil untung (profit taking) dari reli USD dalam beberapa pekan terakhir, tampaknya menjadi salah satu faktor yang meramaikan perdagangan kali ini.

Hingga pukul 22:22 WIB, Indeks Dolar AS terpantau melemah tajam 0.62% di kisaran level 96.19. Meski melemah, Indeks Dolar telah mencatat penguatan sekitar 2.21% sejak awal November.

Donald Brash, mantan gubernur bank sentral Selandia Baru (periode 1988-2002), mengatakan pada CNBC hari ini: “Federal Reserve (bank sentral AS/The Fed) tengah mengambil risiko berjalan di belakang kurva suku bunga.”

“The Fed tidak hanya menunda kenaikan suku bunga, mereka juga masih memompa uang ke dalam perekonomian dan tampaknya akan terus berlanjut hingga (awal) tahun depan.” ungkapnya.

Setelah rapat kebijakan moneter di awal November, para pejabat The Fed mengatakan bahwa bank sentral akan mulai memperlambat pembelian obligasi dengan kecepatan $15 miliar per bulan. Kemudian, secara efektif mengakhiri program pembelian obligasi pada pertengahan tahun 2022.

Namun, notulen rapat kebijakan itu juga mengindikasi bahwa para penentu kebijakan bank sentral AS akan terbuka terhadap kemungkinan menaikkan suku bunga lebih cepat dari yang diperkirakan. Terutama apabila inflasi tetap naik.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.