Data Ekonomi China Picu Kekhawatiran Resesi Global, Dolar Perpanjang Rebound

Dolar AS memperpanjang rebound pada hari ini, Senin (15/8), menyusul data ekonomi China yang memicu kekhawatiran pasar terhadap meningkatnya ancaman resesi global. Hal ini mendorong permintaan terhadap safe haven Dolar AS. Hingga pukul 22:24 WIB, Indeks Dolar AS yang mengukur kekuatan USD terhadap sejumlah mata uang utama lainnya terpantau menguat 0.60% di kisaran level 106.31.… Lanjutkan membaca Data Ekonomi China Picu Kekhawatiran Resesi Global, Dolar Perpanjang Rebound

Minim Data Ekonomi Hari Ini, Dolar AS Stabil

Dolar AS masih terlihat bergerak cukup stabil di sesi New York, Senin (6/6), karena minimnya data ekonomi. Selain itu, pasar finansial Jerman dan Perancis juga libur hari ini sehingga volume perdagangan diperkirakan akan terbatas. Hingga pukul 21:33 WIB, Indeks Dolar AS yang mewakili kekuatan USD terhadap sejumlah mata uang utama lainnya terpantau menguat 0.07% di… Lanjutkan membaca Minim Data Ekonomi Hari Ini, Dolar AS Stabil

Minim Data Ekonomi, Dolar AS Lanjut Menguat

Dolar AS melanjutkan reli terhadap beberapa mata uang utama lainnya pada hari ini, Senin (9/5), meskipun di tengah volume perdagangan yang relatif terbatas karena minimnya data-data ekonomi. Dolar mendaki ke level tertinggi 2 dekade menyusul naiknya imbal hasil (yield) Treasury AS, di tengah ketidakpastian global dan inflasi yang meninggi. Hingga pukul 22:07 WIB, Indeks Dolar… Lanjutkan membaca Minim Data Ekonomi, Dolar AS Lanjut Menguat

Euro Loyo Usai Rilis Data Sentimen Ekonomi, Indeks Dolar Lanjut Menguat

Dolar AS bertahan menguat versus beberapa mata uang utama lainnya di sesi New York, Selasa (7/12). Sementara, Euro tetap loyo setelah rilis data sentimen ekonomi Jerman dan Zona Euro. ZEW (Zentrum fur Europaische Wirtschaftsforschung) melaporkan hasil survei terbarunya pada hari ini bahwa sentimen ekonomi (Economic Sentiment) Zona Euro hingga pertengahan November hingga Desember tercatat naik… Lanjutkan membaca Euro Loyo Usai Rilis Data Sentimen Ekonomi, Indeks Dolar Lanjut Menguat