Pemerintah Jepang Kemungkinan Melakukan Intervensi Setelah Yen Menguat Dengan Cepat

Ditulis oleh Newswriter2 pada 25 August 2010 17:10


Forexindo - Menteri Keuangan Jepang, Yoshihiko Noda, mengatakan kepada wartawan bahwa dia hanya akan bertindak hanya apabila diperlukan saja, sebuah ekspresi yang belum digunakan selama ini dalam kampanyenya ketika berbicara mengenai melemahnya mata uang.

Yen naik ke level tertinggi dalam 15 tahun terakhir terhadap Dollar dan tertinggi selama sembilan tahun terhadap Euro pada hari Selasa di tengah kekhawatiran ekonomi global sedang melambat.

Kenaikan Yen yang tajam dan penurunan rata-rata saham Nikkei telah meningkatkan kemungkinan bahwa BoJ (Bank Jepang) akan memperlonggar kebijakan moneter sebelum mengkaji ulang yang dijadwalkan bulan depan, menurut sumber kepada Reuters.

"Dollar menuju ke level 83 yen, sehingga kemungkinan intervensi meningkat, tetapi akan membutuhkan lebih dari sekedar intervensi saja," kata Kiichi Murashima, ekonom di Citigroup Global Markets di Tokyo.

Departemen Keuangan akan mempertimbangkan melakukan intervensi secara sepihak jika mata uang Jepang naik dengan kecepatan beberapa yen terhadap dolar dalam satu hari.

Dollar melemah ke titik 83,60 Yen, sebelum merangkak kembali ke 84,25 Yen pada laporan Nikkei. Euro turun sebesar 2,2 persen menjadi 105,44 Yen, sebelum memantapkan posisi di 106,43 Yen.

Pembuat kebijakan Jepang telah mencoba untuk membendung profit taking Yen dengan intervensi verbal pada hari Selasa.

Tapi itu tidak cukup untuk menghentikan para pedagang untuk mendorong Yen ke level tertinggi yang baru sebagai akibat dari pasar mengambil penolakannya untuk mengomentari kesempatan untuk intervensi sebagai tanda pihak berwenang belum siap untuk bertindak daripada cuma mengobral janji.

"Jika perlu kita harus merespons dengan tepat," katanya kepada wartawan ketika ditanya tentang pergerakan Yen.

Jepang tidak bertindak di pasar mata uang setelah pada tahun 2004 sebuah intervensi penjualan Yen besar-besaran ditujukan untuk mencegah kenaikan Yen yang terlalu cepat akibat deflasi dan ekonomi yang rapuh.

Pertumbuhan tahunan ekspor Jepang kurang dari yang diharapkan dan melambat pada bulan Juli, data pelayanan keuangan menunjukkan pada Rabu, karena adanya hambatan di pengiriman ke Amerika Serikat dan Eropa.

Namun, ekonom masih berharap untuk memperlambat pertumbuhan ekspor di bulan-bulan mendatang karena tanda-tanda pemulihan ekonomi global goyah, dan Yen naik hanya menambah khawatir karena membuat produk-produk Jepang lebih mahal di luar negeri.

Tokyo mungkin akan mengalami kesulitan meyakinkan perusahaan AS dan Eropa mitra untuk bersama-sama masuk ke pasar, mengingat bahwa mereka melihat sedikit kebutuhan untuk membalikkan melemahnya mata uang mereka daripada ekspor.

Tapi intervensi oleh Jepang tidak mungkin memiliki pengaruh yang jauh dalam mengendalikan kenaikan Yen, demikian yang diperkirakan oleh para trader, dan untuk market dalam minggu ini telah berspekulasi bahwa pemerintah lebih suka menanggapi dingin rally Yen dengan beberapa bentuk pelonggaran moneter.

Bank sentral mempunyai beberapa pilihan, sebelum meninjau suku bunga pada pertemuan darurat tanggal 6-7 September.

Menurut beberapa narasumber, skenario yang paling memungkinkan adalah BoJ meningkatkan memperpanjang durasi skema penyediaan dana jangka pendek diberlakukan pada bulan Desember.

Nikkei juga mengatakan BOJ sedang mempertimbangkan untuk mengambil langkah-langkah tambahan pelonggaran moneter dan mungkin akan melakukannya di pertemuan darurat. "Dengan yield AS di mana mereka berada, semua intervensi sederhana yang akan dilakukan adalah memberikan ruang kepada para spekulan untuk membeli Yen," kata Brian Dolan, kepala strategist di Forex.com di Bedminster, New Jersey.




Tentang Forexindo

Forexindo.com adalah Portal dan forum komunitas trader forex Indonesia. Menyediakan signal gratis, berita dan analisa harian, diskusi berbagai strategi, robot trading/expert advisor, analisa teknikal, analisa fundamental

RISK WARNING : Forex is risky.

Copyright 2005-2020 Forexindo.com