Apa Itu Analisa Fundamental?

Ditulis oleh Newswriter2 pada 15 March 2010 20:11


Forexindo - Analisa fundamental adalah suatu metode yang menginterpretasikan berita-berita dan kejadian-kejadian, baik ekonomi maupun politik, yang diperkirakan akan berdampak pada pergerakan mata uang negara terkait. Misalnya, laporan pengangguran Amerika yang memburuk berpengaruh pada kekuatan USD, atau perseteruan politis antara Amerika dan China, bisa mempengaruhi mata uang negara-negara yang berbasis komoditi, seperti AUD dan CAD, karena dikhawartirkan perseteruan ini akan mempengaruhi impor China dari Australia, Canada, dan lain sebagainya.

Analis akan memprediksi kaitan-kaitan dari berita yang satu dengan berita yang lainnya, misalkan data produksi industri menurun, namun permintaan konsumen masih tinggi, maka bisa diprediksi akan ada kenaikan harga barang. Atau contoh lain, meingkatnya pengangguran akan memicu penurunan konsumsi masyarakat, hal ini akan berpengaruh pada melambatnya perputaran ekonomi, bank sentral akan menurunkan suku bunga agar penduduk lebih cepat memutar uangnya dan membuka usaha-usaha baru.

Keunggulan dari analisa fundamental adalah kita mengetahui tren long term, seperti misalnya GDP akhir 2009 Inggris ternyata dirilis buruk, masih menunjukkan ekonomi yang lambat, dalam beberapa minggu selanjutnya terlihat GBP terus melemah karena investor merasa pesimis dengan ekonomi Inggris, butuh sesuatu yang baru untuk meyakinkan mereka bahwa Inggris baik-baik saja. Jadi dengan analisa fundamental, kita bisa menilai bagaimana ekonomi sebuah negara, jika dibandingkan dengan ekonomi negara lain, mana yang lebih kuat? Katakanlah Amerika tengah lebih baik dari Inggris, maka GBP/USD kemungkinan besar tren-nya akan turun.

Tentunya, semua metode pasti ada kelemahannya. Analisa fundamental bersifat prediksi, oleh karena itu ada unsur subyektif. Bagaimana analis memprediksi angka yang muncul akan dipengaruhi oleh diri si analis sendiri, misalkan data pengangguran di Amerika yang merilis adalah analis dari Amerika, mereka akan cenderung memasang ekspektasi yang bagus untuk negaranya. Hal ini yang disebut 'bias'. Selain itu, reaksi tiap-tiap orang terhadap munculnya angka yang sebenarnya akan berbeda, ambil contoh trader A akan menganggap kenaikan harga rumah sebagai pertanda semakin cepatnya perputaran ekonomi, di sisi lain trader B mungkin beranggapan ini adalah gejala inflasi.


Ditulis oleh surabayaforex.com




Tentang Forexindo

Forexindo.com adalah Portal dan forum komunitas trader forex Indonesia. Menyediakan signal gratis, berita dan analisa harian, diskusi berbagai strategi, robot trading/expert advisor, analisa teknikal, analisa fundamental

RISK WARNING : Forex is risky.

Copyright 2005-2021 Forexindo.com