Pasar Bereaksi Negatif Terhadap Data Neraca Dagang Indonesia, IHSG Parkir di Zona Merah

Ditulis oleh Satrio pada 15 September 2020 21:17


Forexindo - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik melemah dan akhirnya parkir di zona merah pada hari ini, Selasa (15/9/2020), menyusul rilis data neraca dagang periode Agustus 2020 yang tidak sesuai dengan harapan pasar. Sementara itu, Investor asing mencatatkan net sell atau penjualan bersih Rp 1,10 triliun di seluruh pasar.

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup di level 5.100,87 setelah terkoreksi 1,18 persen atau berkurang 60,96 poin. Padahal, pada pertengahan perdagangan indeks sempat menyentuh level 5.187,28.

Saham terbanyak yang dilepas investor asing hari ini adalah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 585,3 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 120,9 miliar dan PT Astra International Tbk (ASII) Rp 71,8 miliar.

Sedangkan terbanyak yang dibeli oleh investor asing adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) Rp 118,2 miliar, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) Rp 15 miliar dan PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) Rp 14,9 miliar.

Sejumlah pengamat menilai, IHSG terbebani oleh rilis data neraca dagang Indonesia, yang meskipun mencatatkan surplus, tapi juga diikuti dengan perlambatan pada sisi ekspor maupun impor.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan hari ini bahwa neraca dagang Indonesia periode Agustus 2020 surplus US$ 2,33 miliar. Selama Januari-Agustus, neraca dagang Indonesia surplus US$ 11,05 miliar, membaik dari tahun lalu yang mengalami defisit sebesar US$ 2,06 miliar.

Nilai ekspor Indonesia periode Agustus sebesar US$ 13,07 miliar. Jumlah ini turun 4,62 persen dibandingkan ekspor di Juli 2020 dan turun sebesar 8,36 persen dibandingkan Agustus 2019.

Sepanjang Januariā€“Agustus 2020, nilai ekspor Indonesia sebesar US$ 103,16 miliar, turun 6,51 persen dibandingkan dengan periode yang sama di 2019. Ekspor melemah karena turunnya harga komoditas, seperti harga minyak dan batubara, yang turun 27,3 persen dan 23,2 persen di Agustus 2020 dibandingkan Agustus 2019.

Secara keseluruhan, sektor ekspor mengalami penurunan pada Agustus 2020 jika dibandingkan Agustus 2019. Hanya sektor pertanian yang masih tercatat naik.

Ekspor sektor migas turun 27,45 persen, sedang pertanian naik 1,04 persen. Lalu ekspor industri pengolahan turun 4,52 pesen, serta sektor pertambangan dan lainnya turun 24,78 persen

Impor Indonesia di Agustus mencapai US$ 10,74 miliar, atau naik 2,65 persen dibandingkan Juli 2020. Tapi bila dibandingkan Agustus 2019, impor Indonesia turun 24,19 persen.

Sepanjang Januariā€“Agustus 2020, nilai impor Indonesia mencapai US$ 92,11 miliar. Angka ini turun 22,04 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada 2019.

Seluruh sektor impor mengalami penurunan jika dibandingkan realisasi di Agustus 2019. Sektor barang konsumsi turun 12,49 persen, bahan baku/penolong turun 24,93 persen dan barang modal turun 27,55 persen.


Source: https://market.bisnis.com/read/20200915/7/1291962/saat-ihsg-anjlok-ada-saham-grup-bakrie-masuk-daftar-top-gainers

Tentang Forexindo

Forexindo.com adalah Portal dan forum komunitas trader forex Indonesia. Menyediakan signal gratis, berita dan analisa harian, diskusi berbagai strategi, robot trading/expert advisor, analisa teknikal, analisa fundamental

RISK WARNING : Forex is risky.

Copyright 2005-2020 Forexindo.com