Dolar Melemah dengan Range Terbatas Usai Data Consumer Confidence AS

Dolar masih terlihat melemah di sesi perdagangan Ney York pada hari ini, Selasa (29/11), usai rilis data Consumer Confidence AS. Sementara itu, pasar sedang menantikan data pertumbuhan (Gross Domestic Product/GDP) dan tenaga kerja AS. Dua data penting tersebut akan dirilis Rabu (30/11) dan Jumat (2/12).

Selain itu, investor juga terus mencermati perkembangan terbaru Covid-19 China, setelah kerusuhan sipil di akhir pekan karena meningkatnya rasa frustrasi masyarakat akibat pembatasan sosial (lockdown) di negara itu.

Hingga pukul 22:26 WIB, Indeks Dolar AS yang mengukur kekuatan USD terhadap beberapa mata uang utama lainnya tercatat melemah 0.20% di kisaran level 106.44.

INDEKS DOLAR AS, TIME FRAME DAILY

Conference Board Inc. melaporkan hasil survei terbaru pada hari ini, bahwa tingkat kepercayaan konsumen (Consumer Confidence) AS untuk periode November berada di level 100.2, sedikit lebih baik dari ekspektasi 100.0, namun mengalami penurunan dari data bulan sebelumnya yang ada di level 102.2.

Terkait dengan kasus tertinggi baru Covid-19 di China, informasi terkini melaporkan bahwa Komisi Kesehatan Nasional negara itu hari ini mengatakan akan melakukan langkah-langkah untuk mempercepat vaksinasi bagi usia di atas 80-an. Ini adalah kelompok usia yang rentan terinfeksi virus, di mana lebih dari sepertiganya (dari usia tersebut) masih belum mendapatkan vaksin.

Langkah ini adalah sinyal pertama dari Beijing sejak gelombang protes anti-pemerintah melanda negara itu. Pelaku pasar mulai berspekulasi bahwa ini adalah tahap pertama dari pemerintah China untuk mengurangi kebijakan Zero Covid.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.