Minim Katalis, Dolar AS Bangkit dari Pelemahan 3 Hari Beruntun

Sempat berlanjut tertekan, Dolar AS berupaya bangkit dari pelemahan 3 hari berturut-turut, di tengah minimnya katalis atau data ekonomi pada hari ini, Jumat (25/11).

Dolar mendapat tekanan akhir-akhir ini karena ekspektasi bahwa bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) akan mengurangi laju kenaikan suku bunga pada bulan depan. Hal ini juga membuat imbal hasil (yield) Treasury AS turun ke posisi terendah tujuh pekan pada Jumat sebelumnya.

Hingga pukul 21:09 WIB, Indeks Dolar AS yang mengukur kekuatan USD terhadap beberapa mata uang utama lainnya terpantau menguat 0.66% di kisaran level 106.34.

INDEKS DOLAR AS TIME FRAME DAILY

Dari chart Daily di atas, tampak bahwa bias jangka pendek hingga menengah masih berisiko bearish. Namun, potensi untuk rebound terbuka apabila level terendah 15 November tetap bertahan membatasi pelemahan USD.

Sementara itu, volume perdagangan pada hari ini kemungkinan terbatas karena pelaku pasar, terutama di AS, masih menikmati libur Thanks Giving sejak Kamis (24/11). Perhatian investor saat ini tertuju pada data Gross Domestic Product (GDP) dan laporan tenaga kerja AS yang akan dirilis pekan depan.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.