Bank Indonesia Kerek Suku Bunga, Rupiah Merosot 73,5 Poin ke Level Rp 15.571,5 per Dolar AS

Rupiah kembali tak bertenaga di hadapan dolar AS pada Kamis (20/10). Kali ini merosot tajam, setelah Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin (bps) menjadi 4,75% pada Oktober 2022 untuk meredam lonjakan inflasi.

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot terdepresiasi 73,5 poin atau 0,47% ke level Rp 15.571,5 per dolar AS. Dengan demikian, rupiah masih berada di posisi terlemahnya dalam 2,5 tahun terakhir. Tepatnya sejak 30 April 2020 lalu.

Sementara itu, kurs referensi Jisdor (Jakarta Interbank Spot Dollar Rate) Bank Indonesia (BI) juga lengser hari ini. Kurs Jisdor berada di posisi Rp 15.579 per dolar AS, melemah sekitar 0,57% jika dibandingkan dengan posisi Rabu (19/10).

BI hari ini memutuskan untuk kembali menaikkan suku bunga acuan sebagai hasil Rapat Dewan Gubernur BI Oktober 2022. Kali ini, BI mengerek BI 7-Days Repo Rate (BI7DRR) sebesar 50 bps menjadi 4,75%.

Selain mengerek suku bunga acuan, BI juga menaikkan suku bunga deposit facility sebesar 50 bps menjadi 4% dan suku bunga lending facility sebesar 50 bps menjadi 5,5%.

Gubernur BI, Perry Warjiyo, mengatakan bahwa keputusan BI dalam menaikkan suku bunga acuan ini adalah sebagai langkah front-loaded, pre-emptive, dan forward looking dalam menurunkan ekspektasi inflasi yang saat ini dinilai terlalu tinggi dan memastikan inflasi inti kembali ke sasaran lebih cepat dari target.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.