Rupiah Spot Melemah 68,5 Poin ke Level Rp 14.836,5 per Dolar AS

Rupiah merosot tajam di hadapan dolar AS pada hari ini, Kamis (18/8). Pergerakan rupiah sejalan dengan mayoritas mata uang Asia lainnya, menyusul rilis notulen FOMC dini hari tadi.

Notulen itu menyiratkan bahwa Federal Reserve (bank sentral AS/The Fed) masih bisa menaikkan suku bunga lebih jauh demi mengendalikan inflasi.

Besarnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed selanjutnya akan bergantung pada data inflasi harga konsumen dan laporan tenaga kerja Agustus 2022. Data-data tersebut akan dirilis sebelum rapat/pertemuan The Fed pada September 2022.

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot terdepresiasi 68,5 poin atau 0,46% ke level Rp 14.836,5 per dolar AS.

Kurs referensi Jisdor (Jakarta Interbank Spot Dollar Rate) Bank Indonesia (BI) juga lesu hari ini. Kurs Jisdor berada di posisi Rp 14.822 per dolar AS, melemah 0,37% dibandingkan Selasa (16/8) yang ada di posisi Rp 14.767 per dolar AS.

Hingga pukul 15:00 WIB, won Korea memimpin pelemahan mata uang Asia terhadap dolar AS, yakni 0,75%. Disusul, baht Thailand melemah 0,65%, rupee India melemah 0,28%, ringgit Malaysia melemah 0,15% dan yuan China melemah 0,12%.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.