Dolar Kembali Tertekan Usai Rilis Data PPI dan Jobless Claims AS

Sempat berupaya bangkit di sesi Asia tadi pagi, Greenback kembali tertekan di sesi Eropa dan berlanjut di sesi New York pada hari ini, Kamis (11/8).

Kemarin Dolar AS merosot tajam menyusul rilis data Consumer Price Index (CPI) periode Juli yang menunjukkan terjadinya penurunan laju inflasi harga konsumen yang lebih rendah dari ekspektasi.

Setelah rilis data inflasi tersebut, pelaku pasar mengubah perkiraan dari sebelumnya 75 bps menjadi 50 bps untuk kenaikan suku bunga Federal Reserve pada bulan September.

Hingga pukul 20:51 WIB, Indeks Dolar AS yang mewakili kekuatan USD terhadap beberapa mata uang utama lainnya terpantau melemah 0.50% di kisaran level 104.66.

Indeks Dolar AS (Time Frame DAILY)

Sementara itu, AS kembali mempublikasi data ekonomi terbarunya pada hari ini. Producer Price Index (PPI) untuk periode Juli tercatat turun dari sebelumnya 1.1% menjadi -0.5% mom (month-over-month), di bawah ekspektasi 0.2% mom. Sedangkan Core PPI turun dari 0.4% menjadi 0.2% mom, di bawah ekspektasi 0.4%.

Sebagai catatan, jika Consumer Price Index (CPI) mengukur harga-harga di tingkat konsumen, maka PPI adalah harga di tingkat produsen.

Departemen Tenaga Kerja AS juga melaporkan hari ini bahwa Jobless Claims mingguan untuk periode pekan yang berakhir 6 Agustus mencatatkan jumlah klaim sebanyak 262K. Angka ini lebih besar dari pekan sebelumnya yang menunjukkan angka 248K.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.