Dolar Cenderung Defensif, Pasar Menunggu Rilis Data Inflasi AS

Dolar cenderung defensif terhadap beberapa mata uang utama lainnya pada hari ini, Selasa (9/8). Investor sepertinya enggan mendorong USD naik lebih tinggi tanpa ada indikasi lebih lanjut. Ini terkait dengan pertanyaan apakah kenaikan suku bunga agresif berikutnya dari Federal Reserve (bank sentral AS/The Fed) akan terjadi lagi di bulan September.

Data inflasi AS yang akan dirilis Rabu (10/8) akan menjadi ujian utama bagi dolar AS, yang Jumat pekan lalu naik tajam menyusul rilis data tenaga kerja AS yang mencatatkan output positif. Data tersebut diluar dugaan melebihi ekspektasi di tengah risiko resesi.

Hingga pukul 20:45 WIB, Indeks Dolar AS terpantau melemah 0.32% di kisaran level 106.04.

Indeks Dolar AS (Time Frame DAILY)

Kenneth Broux, analis Societe Generale di London, mengatakan: “Saya sedikit khawatir tentang data inflasi AS yang akan dirilis besok. Pasar telah salah langkah sepanjang tahun. Jika kita mendapatkan angka inflasi inti yang kuat, ini akan menegaskan ekspektasi untuk kenaikan suku bunga 75 basis poin pada bulan September.”

“Terlalu dini untuk mengatakan bahwa sudah waktunya menjual USD karena The Fed kemungkinan harus berbuat lebih banyak demi menghadang dan menurunkan inflasi.”

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.