Pertumbuhan AS Berkontraksi pada Kuartal Kedua, Dolar Tak Bertenaga

Sempat menguat di awal perdagangan Kamis (28/7), tapi kemudian penguatannya terpangkas setelah rilis data Gross Domestic Product (GDP) AS untuk periode kuartal kedua 2022.

Bureau of Economic Analysis (BEA) melaporkan bahwa GDP AS kuartal kedua berkontraksi ke angka -0.9%, jauh lebih buruk dari ekspektasi untuk pertumbuhan ke angka 0.4%.

BEA mengatakan: “Penurunan GDP riil mencerminkan penurunan investasi inventaris swasta, investasi tetap perumahan, pengeluaran/belanja pemerintah federal, belanja pemerintah negara bagian dan lokal, dan investasi tetap non-perumahan yang sebagian diimbangi oleh peningkatan ekspor dan pengeluaran konsumsi pribadi. Sementara, impor yang merupakan faktor pengurang dalam perhitungan GDP, tercatat meningkat.”

Hingga pukul 22:42 WIB, Indeks Dolar AS yang mewakili kekuatan USD terhadap beberapa mata uang utama lainnya terpantau naik tipis 0.02 persen di kisaran level 106.49.

Indeks Dolar AS (Time Frame DAILY)

Analis TD Securities New York, Mazen Issa, mengatakan: “Untuk saat ini pasar berjalan dengan gagasan bahwa pertumbuhan yang melambat akan menyebabkan The Fed menyadari bahwa kita memasuki resesi. Namun, tantangan untuk mendapatkan dolar yang lemah, adalah Anda memerlukan euro yang kuat dan itu tidak akan terjadi mengingat beberapa hambatan yang sedang dihadapi Eropa.”

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.