ECB Naikkan Suku Bunga Melebihi Ekspektasi, Dolar AS Melemah

European Central Bank (bank sentral Uni Eropa/ECB) di luar dugaan menaikkan suku bunga sebanyak 50 basis poin ke level 0.50% pada hari ini, Kamis (21/7), melebihi ekspektasi untuk kenaikan 24 basis poin ke level 0.25%. Euro melompat tajam terhadap Dolar AS setelah pengumuman bank sentral tersebut.

Tapi kemudian Euro kehilangan tenaga untuk melanjut bullish yang lebih tinggi, karena meningkatnya risiko resesi di kawasan mata uang tunggal Euro. Selain itu, krisis energi juga masih membayangi Uni Eropa setelah Rusia menghentikan pasokan gas ke Jerman dari saluran pipa Nord Stream 1 untuk tujuan pemeliharaan selama 10 hari yang mestinya pemeliharaan tersebut selesai hari ini.

Gejolak politik di Italia juga menjadi perhatian investor karena Perdana Menteri Mario Draghi mengundurkan diri pada Kamis setelah koalisi pemerintahan persatuan nasionalnya runtuh, membuat negara itu berada di jalur untuk pemilu lebih awal dan hal ini memukul pasar keuangan.

Sementara itu, Dolar AS terlihat melemah terhadap Yen Jepang. Bank of Japan (BoJ) pada hari ini memutuskan untuk tetap mempertahankan kebijakan moneter yang ultra longgar, sesuai dengan ekspektasi pasar secara luas. Kebijakan bank sentral Jepang tersebut berlawanan dengan tren kenaikan suku bunga oleh bank-bank sentral lainnya.

Hingga pukul 22:15 WIB, Indeks Dolar AS yang mengukur kekuatan USD terhadap beberapa mata uang utama lainnya terpantau melemah 0.13% di kisaran level 106.90.

Di saat bersamaan, EUR/USD menguat 0.21% di posisi 1.0197. Sedangkan, USD/JPY turun 0.22% di kisaran 137.91.

Indeks Dolar AS (Time Frame DAILY)

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.