Trader dan Investor, Apakah Ada Perbedaannya?

Trader dan investor, pada dasarnya mereka memiliki tujuan yang sama, yakni mencari keuntungan dari perdagangan forex maupun saham. Tapi ada beberapa perbedaan di antara keduanya dalam konteks kerangka waktu dan analisa. Umumnya trader berada dalam kerangka waktu jangka pendek hingga menengah. Sementara, investor bermain dalam kerangka waktu jangka panjang.

Perbedaan lainnya adalah umumnya trader mengandalkan analisa teknikal selain fundamental, secara berimbang. Sebagian besar malah lebih cenderung ke analisa teknikal saja. Sedangkan, investor jangka panjang justru sebaliknya, lebih condong ke analisa fundamental. Analis teknikal biasanya dimanfaatkan oleh investor untuk mencari posisi yang dianggap tepat. Entah untuk masuk pasar, atau untuk keluar pasar.

Kita mungkin akan sampai pada pernyataan, mana yang lebih menguntungkan, menjadi seorang trader atau investor? Banyak yang berpendapat bahwa keuntungan trader lebih besar, namun sebanding dengan risikonya. Sehingga, semakin tinggi risikonya, semakin besar pula keuntungannya. Ini seperti dua sisi mata pedang yang tajam. Apalagi jika mereka tidak mampu mengelola Money Management secara bijak.

Lantas, bagaimana dengan investor? Banyak yang berpendapat, keuntungan investor dianggap lebih kecil ketimbang trader, tapi justru risikonya juga lebih kecil, apalagi jika ditambah dengan pengelolaan Money Management yang baik dan efektif. Perspektif jangka panjang dengan dukungan analisa fundamental akan membuat mereka lebih tahan guncangan yang bersifat sesaat dibandingkan dengan trader jangka pendek/menengah.

Warren Buffet, triliuner yang masuk jajaran 10 besar investor terkaya di dunia, pernah menyampaikan bahwa seorang investor tidak hanya memerlukan kecerdasan dan wawasan, tapi juga membutuhkan kesabaran. Ia mengungkapkan hal ini karena berdasarkan pengalamannya sendiri.

Melansir CNBC Make It, Buffet melakukan pembelian saham pertamanya pada tahun 1942 ketika masih berusia 11 tahun. Kala itu ia membeli 3 saham perusahaan minyak di harga US$ 38/saham dan kemudian menjualnya di harga US$ 40 per saham. Meski ia mendapatkan keuntungan US$ 2 dolar pada saat itu, Buffet kemudian menyaksikan saham tersebut melambung naik hingga harganya mencapai level US$ 200 per saham. Artinya, jika ia lebih sabar untuk bertahan lebih lama, keuntungannya tidak hanya sekedar 2 dolar saja, tapi jauh lebih besar dari itu.

Sekarang semuanya kembali kepada Anda. Mana yang akan Anda pilih atau lebih merasa nyaman? Menjadi seorang trader atau investor?

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.