Inflasi AS Melaju ke Level Tertinggi Sejak 1981, Reli Dolar Tersendat

Reli Greenback malah justru tersendat usai rilis data inflasi AS yang naik melebihi ekspektasi. Pasar tampaknya sudah mengantisipasi data tersebut, menyusul pernyataan Sekretaris Pers Gedung Putih kemarin yang mengatakan bahwa pemerintahan AS bersiap untuk menghadapi inflasi yang lebih tinggi.

Hingga pukul 21:12 WIB, Rabu (13/7), Indeks Dolar AS yang mewakili kekuatan Greenback terhadap sejumlah mata uang utama lainnya terpantau menguat 0.13 persen di kisaran level 108.30.

Indeks Dolar AS (Time Frame DAILY)

Tercatat bahwa Consumer Price Index (CPI) di bulan Juni naik 1.3% mom (month-over-month), melebihi ekspektasi 1.0%. Core CPI naik 0.7% mom, juga melebihi perkiraan 0.5%.

Sedangkan, inflasi berbasis tahunan atau 12 bulan terakhir menunjukkan bahwa CPI Juni berakselerasi dari 8.6% yoy (year-over-year) menjadi 9.1% yoy, melebihi ekspektasi 8.7% yoy. Ini merupakan inflasi tahunan yang tertinggi sejak November 1981.

Namun, Core CPI berbasis tahunan di bulan Juni sedikit mengalami penurunan dari 6.0% menjadi 5.9% yoy, melebihi ekspektasi 5.7% yoy.

Meski reli Indeks Dolar terlihat tersendat sementara ini, potensi untuk terus melaju lebih tinggi juga besar lantaran kebijakan moneter Federal Reserve (bank sentral AS/The Fed) yang agresif untuk menaikkan suku bunga.

Di sisi lain, secara teknikal, Indeks Dolar AS telah mencapai wilayah overbought yang ditunjukkan oleh indikator RSI. Kondisi ini juga dapat meningkatkan risiko terkoreksinya Indeks Dolar.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.