Rupiah Spot Tertekan Lagi, Makin Dekat dengan Level Rp 15.000 per Dolar AS

Rupiah tertekan lagi pada perdagangan Selasa (5/7), membuatnya makin dekat dengan level psikologis Rp 15.000 per dolar AS, seiring dengan melajunya Indeks Dolar AS hari ini.

Dolar mendapat dukungan imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun yang rebound kuat melewati level 2,95% setelah dibuka kembali dari hari libur Independence Day (Senin, 4 Juli) kemarin.

Dari dalam negeri, pelaku pasar mengharapkan Bank Indonesia (BI) memberikan sinyal kebijakan baru dalam beberapa bulan ke depan untuk menyikapi perkembangan ekonomi global yang saat ini penuh ketidakpastian.

Sejauh ini, menurut sejumlah pengamat, perekonomian Indonesia masih berada pada kondisi yang cukup baik. Kondisi neraca perdagangan masih positif selama 25 bulan berturut-turut pada Mei 2022. Cadangan devisa Tanah Air juga masih tinggi. Cadangan devisa bulan Juni tercatat US$ 135,6 miliar.

Meski begitu, mereka mengharapkan BI akan terus berhati-hati sambil terus memantau perkembangan ekonomi global dan domestik. Termasuk, merumuskan dan melaksanakan langkah-langkah yang diperlukan guna memastikan stabilitas makroekonomi serta stabilitas keuangan.

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup terdepresiasi 22 poin atau melemah 0,15% ke level Rp 14.993,5 per dolar AS.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.