IHSG Ambruk 155 Poin; Saham BBCA, BBRI, BMRI Kompak Memerah

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot tajam di awal pekan, di tengah ketidakpastian secara global. Investor khawatir pada risiko stagflasi yang muncul akibat tingginya inflasi, pengetatan moneter, eskalasi geopolitik Rusia-Ukraina dan kebijakan proteksionisme berbagai negara.

IHSG terjun 2,28% atau 155,16 poin ke level 6.639,17 pada akhir perdagangan Senin (4/7), menyusul merosotnya seluruh indeks sektoral di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Sektor yang turun paling dalam adalah sektor teknologi (-4%). Berikutnya adalah sektor transportasi dan logistik (-3,57%). Disusul, sektor barang konsumsi primer (-2,66%) dan sektor keuangan (-2,58%).

Total volume transaksi bursa mencapai 19,22 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 11,97 triliun. Sebanyak 460 saham bergerak melemah. Hanya 109 saham yang menguat dan 119 saham lainnya jalan di tempat alias stagnan.

Dari nilai transaksinya, saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menjadi yang paling besar, yakni nyaris Rp 1 triliun atau sekitar Rp 996,4 miliar. Sedangkan saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menyusul di posisi kedua dengan nilai transaksi mencapai Rp 916,4 miliar dan saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp 725,2 miliar.

Dari pergerakan sahamnya, BBRI ditutup ambruk 2,42% ke Rp 4.040/unit, sedangkan saham BMRI ambles 2,63% ke Rp 7.400/unit, dan saham BBCA berakhir anjlok 2,76% ke Rp 7.050/unit saham.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.