Dolar Bertahan Menguat Setelah Rilis Beberapa Data AS

Dolar masih bertahan menguat sejauh ini, meski kenaikannya terkikis justru rilis beberapa data AS di sesi New York pada perdagangan Kamis (30/6).

Hingga pukul 21:49 WIB, Indeks Dolar yang mewakili kekuatan USD terhadap sejumlah mata uang utama lainnya terpantau menguat 0.10% di kisaran level 105.19.

Indeks Dolar AS (Time Frame DAILY)

Data dari AS menunjukkan bahwa Core Personal Consumption Expenditures (PCE) Price Index di bulan Mei mencatatkan angka 0.3%, di bawah ekspektasi 0.4%.

Masih data dari AS, Personal Income di bulan Mei mencetak angka 0.5%, sesuai perkiraan. Sedangkan Personal Spending menunjukkan angka 0.2%, meleset dari ekspektasi 0.4%.

Sementara itu, penurunan imbal hasil (yield) Treasury AS telah menghambat kenaikan dolar pada hari ini, tetapi Dolar AS masih tetap diminati sebagai tempat berlindung yang aman, di tengah inflasi yang tinggi dan kebijakan agresif Federal Reserve (bank sentral AS/The Fed).

Ketua The Fed, Jerome Powell, mengatakan pada Rabu (29/6) dalam forum tahunan Bank Sentral Eropa (ECB) di Portugal, bahwa ia mendukung kenaikan suku bunga 75 basis poin baru-baru ini yang merupakan kenaikan terbesar sejak 1994, untuk meredam inflasi kembali ke target 2%, meskipun perlambatan ekonomi yang lebih luas kemungkinan akan menjadi hasil yang masih bisa terjadi.

Presiden European Central Bank (ECB) Christine Lagarde juga mengingatkan pada Rabu bahwa inflasi tinggi di kawasan zona euro adalah hal yang tidak diingkan. ECB akan membawa inflasi kembali ke target 2% sejauh yang diperlukan.

Sementara, Gubernur Bank of England (BoE), Andrew Bailey, mengatakan bahwa para pengambil kebijakan memiliki opsi untuk bertindak lebih tegas guna menahan inflasi. BoE tidak mengesampingkan kenaikan 50 basis poin pada rapat/pertemuan berikutnya.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.