Mayoritas Bursa Saham Asia Bergairah, IHSG Loyo Lagi

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih melanjutkan pelemahan sehari sebelumnya. IHSG sempat turun cukup dalam, tapi di sesi II bisa memangkas pelemahan. Sementara itu, mayoritas bursa saham Asia kembali cerah bergairah.

IHSG ditutup melemah 19,59 poin atau 0.28% ke level 6.996.456 pada akhir perdagangan Selasa (28/6) di Bursa Efek Indonesia, tertekan oleh penurunan enam indeks sektoral.

Sektor yang turun paling dalam adalah sektor barang baku (-1,45%). Diikuti, sektor keuangan (-1,03%) dan sektor teknologi (-0,99%).

Total volume perdagangan saham di BEI hari ini mencapai 19,29 miliar saham dengan total nilai transaksi Rp 12,44 triliun. Sebanyak 296 saham melemah, 219 menguat dan 175 saham stagnan. Adapun, nilai kapitalisasi pasar mencapai Rp 9.157,14 triliun.

Saham yang membebani IHSG antara lain, Bukalapak (BUKA) yang merosot 4,2 persen ke level Rp 272 per saham. Kemudian, Adaro Minerals (ADMR) yang terjun 3,5 persen ke posisi Rp 1.650 per saham. Dilanjutkan oleh Semen Indonesia (SMGR) yang melemah 3,07 persen ke level Rp 7.100 per saham.

Sedangkan, saham yang menopang indeks dipimpin oleh Surya Esa Perkasa (ESSA) yang melonjak 10,2 persen pada posisi Rp 915 per saham. Kemudian, Wijaya Karya (WIKA) yang melesat 4,12 persen menjadi Rp 1.010 per saham. Dilanjutkan oleh Sarana Menara Nusantara (TOWR) yang menguat 2,4 persen pada posisi Rp 1.050 per saham.

Sementara itu, mayoritas bursa Asia-Pasifik kembali cerah pada perdagangan Selasa. Katalis positif datang dari China yang akan melonggarkan masa karantina Covid-19 untuk wisatawan asing.

Indeks Shanghai Composite China memimpin penguatan setelah ditutup melonjak 0,89% ke posisi 3.409,21. Diikuti, indeks ASX 200 Australia yang ditutup naik 0,86% ke 6.763,6. Kemudian, Hang Seng Hong Kong menguat 0,85% ke 22.418,97. Nikkei Jepang menguat 0,66% ke 27.049,47. Straits Times Singapura naik tipis 0,09% ke posisi 3.140,21.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.