Pasar Tinjau Kembali Kenaikan Suku Bunga, Dolar AS Terkoreksi

Sempat mencoba untuk melanjutkan penguatan sehari sebelumnya, tapi Dolar AS kehilangan tenaga dan kemudian tergelincir pada hari ini, Jumat (24/6), karena sebagian pelaku pasar meninjau kembali kenaikan suku bunga Federal Reserve (bank sentral AS/The Fed).

Hingga pukul 22:40 WIB, Indeks Dolar AS yang mewakili kekuatan USD terhadap beberapa mata uang utama lainnya terpantau melemah 0.33% di kisaran level 104.06.

Indeks Dolar AS (Time Frame DAILY)

Indeks Dolar saat ini diperdagangkan di bawah puncak dua dekade (105.79) yang dicapai pada 15 Juni menyusul kenaikan suku bunga 75 basis poin oleh The Fed.

Dolar terkoreksi karena kekhawatiran bahwa pengetatan moneter yang agresif seperti itu justru dapat memicu resesi.

Ketua Fed Jerome Powell memperingatkan dalam sebuah testimoni di Capitol Hill awal pekan ini bahwa meskipun tidak bermaksud untuk memprovokasi resesi, Powell meyakini ekonomi AS akan mampu menahan kenaikan kenaikan suku bunga. Pada hari Kamis (23/6), Powell juga menambahkan bahwa The Fed memiliki komitmen tanpa syarat untuk meredam inflasi.

Namun, sebagian analis dan pelaku pasar berpendapat bahwa tingginya inflasi dan kenaikan suku bunga yang agresif justru akan membawa ekonomi AS ke jurang resesi. Ini menyebabkan Dolar AS terkoreksi pekan ini, setelah mencetak reli dua pekan sebelumnya.

Faktor lain yang signifikan pekan ini adalah turunnya harga minyak dan komoditas. Ini meredakan kekhawatiran terhadap inflasi dan memungkinkan pasar saham untuk kembali bergerak naik. Kebangkitan pasar saham tersebut dapat mengikis permintaan safe-haven USD yang sebelumnya menopang reli Dolar AS terhadap beberapa mata uang utama lainnya.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.