Dolar Masih Bertahan Menguat Setelah Rilis Data PMI AS, Inggris dan Zona Euro

Dolar AS masih bertahan menguat terhadap beberapa mata uang utama lainnya di sesi New York hari ini, Kamis (23/6), setelah rilis data PMI AS, Inggris dan Zona Euro. Data2 tersebut secara keseluruhan menunjukkan adanya penurunan aktivitas bisnis pada periode Juni.

Hingga pukul 21:45 WIB, Indeks Dolar AS terpantau menguat 0.19% di kisaran level 104.38.

Indeks Dolar AS (Time Frame DAILY)

Dari AS, hasil survei Markit yang terbaru menunjukkan bahwa Purchasing Manager’s Index (PMI) sektor manufaktor melambat dari sebelumnya 57.0 ke level 52.4, meleset dari ekspektasi 56.0. PMI sektor jasa juga melambat dari sebelumnya 53.4 menjadi 51.6, kurang dari ekspektasi 53.9.

Dari Inggris, survei Markit yang terbaru menunjukkan bahwa PMI sektor manufaktur turun dari sebelumnya 54.6 ke level 53.4, di bawah ekspektasi 53.5. PMI sektor jasa masih sama seperti bulan sebelumnya, yakni 53.4, berekspansi sedikit lebih tinggi dari ekspektasi 53.0.

Dari kawasan mata uang tungga Euro, PMI sektor manufaktur turun dari 54.6 ke level 52.0, kurang dari ekspektasi 53.9. PMI sektor jasa juga turun tajam dari sebelumnya 56.1 ke level 52.8, di bawah perkiraan 55.6.

Terkait dengan data PMI Zona Euro, analis Equiti Capital London, Stuart Cole, mengatakan: “PMI tentu tidak sekuat yang diantisipasi. Oleh karena itu, European Central Bank (ECB) akan mencatat angka hari ini, tetapi akan mencari bukti (data) yang lebih tegas sebelum mengubah kebijakan.”

Berdasarkan data yang dirilis hari ini, pasar uang memperkirakan kenaikan suku bunga sekitar 30 basis poin (bps) di bulan Juli dibandingkan dengan 34 bps pada hari Senin (20/6). Pasar juga memangkas ekspektasi tentang berapa banyak ECB akan menaikkan suku bunga pada akhir tahun 2022 menjadi 161 bps dibandingkan dengan 176 bps pada hari Senin.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.