Dolar AS Terkoreksi; Powell Berkomitmen Turunkan Inflasi

Sempat menguat di awal perdagangan Rabu (22/6), tapi kemudian berbalik turun dan masih terpantau melemah di sesi New York hari ini, di tengah meningkatnya kekhawatiran investor akan kemungkinan terjadinya resesi global.

Hingga pukul 23:10 WIB, Indeks Dolar AS yang mengukur kinerja USD terhadap beberapa mata uang utama lainnya terpantau melemah 0.34% di kisaran level 104.07.

Indeks Dolar AS (Time Frame DAILY)

Sementara itu, Ketua Federal Reserve (bank sentral AS/The Fed), Jerome Powell, telah memberikan testimoni laporan kebijakan bank sentral di hadapan Senate Banking Committee, Washington DC. Dalam testimoninya, Powell menegaskan komitmen The Fed untuk menurunkan inflasi. Ia juga menambahkan bahwa pihaknya tidak berniat untuk memprovokasi resesi.

Marc Chandler, analis Bannockburn Global Forex, mengatakan bahwa pelaku pasar terbelah antara mengakui bahwa bank sentral memperketat kondisi keuangan lebih agresif dari yang diharapkan sebulan lalu atau dua bulan lalu, dengan investor yang khawatir tentang dampak ekonomi yang akan terjadi.

“Sentimen berubah-ubah sebagian, karena kami tidak yakin kapan inflasi akan mencapai puncaknya. Semuanya didorong oleh inflasi, ekspektasi inflasi dan kebijakan bank sentral.” Chandler menambahkan.

Sementara itu, analis ING, Chris Turner, mengatakan: “Kekhawatiran resesi meningkat justru karena bank sentral memperlambat permintaan untuk mengekang inflasi. Mata uang pro-siklus berada di belakang dan dolar tetap masih sangat diminati.”

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.