Dolar AS Menguat Hari Ini, Tapi di Zona Merah Secara Mingguan

Dolar AS masih bertahan menguat di awal perdagangan sesi New York, Jumat (20/5), dengan range yang sejauh ini masih terbatas. Secara mingguan, USD mengalami penurunan yang terburuk sejak Februari. Pasalnya, pelaku pasar bereaksi terhadap pergerakan imbal hasil (yield) Treasury AS yang lebih rendah.

Hingga pukul 21:08 WIB, Indeks Dolar AS terpantau menguat 0.27 persen di kisaran level 103.15.

Indeks Dolar AS (Time Frame DAILY)

Sedangkan, pada time frame Weekly, Indeks Dolar AS tercatat melemah 1.27 persen.

Indeks Dolar AS (Time Frame WEEKLY)

Penurunan yield US Treasury menjadi salah satu faktor yang menyebabkan Dolar AS terkoreksi. Imbal hasil tenor 10 tahun jatuh ke level terendah tiga minggu di level 2.772% pada Kamis (19/5) sebelum pulih ke 2,859% pada Jumat. Namun, masih jauh dari level tertinggi 3,5 tahun di atas 3,2% di awal bulan ini.

Analis independen, Kevin Beckman, mengatakan: “Dalam gambaran yang lebih luas, penurunan dolar yang sedang berlangsung terlihat seperti pergerakan koreksi dari level tertinggi multi year pada tahap ini. Tren bullish secara keseluruhan tetap utuh, utamanya karena kebijakan pengetatan The Fed masih mengungguli bank sentral utama lainnya. Selain itu, status safe haven USD membuatnya bertahan di masa-masa ketidakpastian yang juga akan bertahan dalam jangka panjang.”

Sementara itu, analis Societe Generale, Kenneth Broux, mengatakan: “Koreksi dolar menimbulkan pertanyaan apakah mata uang itu benar-benar telah kehilangan tenaga. Tetapi terlalu dini untuk mengatakan dolar telah mencapai puncaknya. Dolar kemungkinan hanya akan melemah dalam jangka panjang jika bukti pertumbuhan atau pemilihan ekonomi dibangun di luar AS, khususnya di Eropa dan China.”

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.