Dolar Terkoreksi Tajam, Euro Didukung Ekspektasi Pengetatan ECB

Dolar AS terkoreksi tajam versus beberapa mata uang utama lainnya pada hari ini, Kamis (19/5). Sementara, Euro mendapat dukungan dari ekspektasi kebijakan pengetatan moneter European Central Bank (ECB) yang agresif dalam jangka pendek.

Hingga pukul 21:15 WIB, Indeks Dolar AS yang mewakili kekuatan USD terhadap sejumlah mata uang utama lainnya terpantau melemah 0.98% di kisaran level 102.89.

Indeks Dolar AS (Time Frame DAILY)

Pasar uang (money markets) memperkirakan kenaikan sekitar 105 basis poin (bps) pada suku bunga ECB dari sebelumnya sekitar 95 bps pada hari Selasa (17/5) sebelum pejabat ECB Klaas Knot mengisyaratkan kemungkinan kenaikan suku bunga sebesar 50 bps pada bulan Juli.

Sementara itu, money markets AS masih mendiskon sekitar 200 bps dari kenaikan suku bunga Fed pada Desember 2022.

Terhadap hal tersebut di atas, sebagian investor dan analis berpendapat bahwa risk appetite atau minat terhadap aset berisiko masih rentan menyusul anjloknya Wall Street di tengah kekhawatiran atas lonjakan inflasi dan ancaman resesi.

Namun, sebagian pengamat memiliki pandangan yang cukup optimis terhadap ekonomi global dan aset berisiko berdasarkan ekspektasi pelonggaran pembatasan sosial di China.

Beberapa media melaporkan hari ini bahwa penduduk Shanghai diberi kebebasan berbelanja bahan makanan untuk pertama kalinya dalam hampir dua bulan terakhir, ketika pihak berwenang menetapkan rencana untuk keluar dari penguncian COVID-19 di seluruh kota secara penuh.

Analis Ebury, Matthew Ryan, mengatakan: “Kami relatif berpandangan bullish pada aset berisiko terhadap Dolar AS, termasuk Euro dan Pound. Kami menilai, kekhawatiran pasar atas prospek pertumbuhan global terlalu berlebihan.”

“Kita akan melihat rebound signifikan pada saat China mulai melonggarkan pembatasan COVID secara material. Kami mempertimbangkan bahwa ekonomi global mungkin akan bertahan sedikit lebih baik daripada yang telah diperkirakan beberapa ekonom belakangan ini.”

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.