Dolar AS Lanjut Koreksi, Euro Ditopang Pernyataan Hawkish

Dolar AS kembali melanjutkan koreksi terhadap beberapa mata uang utama lainnya pada perdagangan Selasa (17/5), seiring dengan kenaikan di pasar ekuitas global yang mendorong minat investor terhadap aset berisiko.

Dolar memperpanjang penurunan dari level tertinggi 2 dekade saat imbal hasil obligasi AS juga mengalami sedikit penurunan. Invetor juga mempertimbangkan pengetatan moneter yang agresif dari Federal Reserve (bank sentral AS/The Fed) yang justru akan berisiko menyeret pertumbuhan jangka panjang AS.

Hingga pukul 21:50 WIB, Indeks Dolar AS terpantau melemah tajam 0.71% di posisi 103.46.

Indeks Dolar AS (Time Frame DAILY)

Analis ING mengatakan: “Aset berisiko berupaya mencari stabilisasi setelah kerugian tujuh pekan berturut-turut yang memperburuk kekhawatiran pasar atas kombinasi perlambatan ekonomi global dan pengetatan moneter.”

Analis Goldman Sachs mengatakan: “Jika prospek pertumbuhan global membaik, investor akan beralih ke aset berisiko. Tetapi jika ekonomi dunia benar-benar memasuki resesi, Yen Jepang kemungkinan akan mengungguli Dolar AS seperti biasanya terjadi selama resesi.”

Sementara itu, mata uang Euro mendapat dukungan dari pernyataan hawkish dari pimpinan bank sentral Belanda, Klaas Knot, yang mengatakan bahwa European Central Bank (ECB) tidak hanya akan menaikkan suku bunga sebanyak 25 basis poin pada bulan Juli. ECB juga bersiap mempertimbangkan kenaikan yang lebih besar jika inflasi terbukti lebih tinggi dari yang diperkirakan.

Hingga pukul 21:59 WIB, EUR/USD tercatat naik 1.01% di kisaran level 1.0535.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.