Dolar AS Lanjut Menguat, Euro Dihantui Krisis Energi

Dolar AS berlanjut menguat terhadap beberapa mata uang utama lainnya pada hari ini, Jumat (13/5). Sedangkan, Euro tertekan oleh sanksi ke Rusia yang menyebabkan gangguan pasokan gas ke Eropa.

Hingga pukul 20:41 WIB, Indeks Dolar AS terpantau menguat 0.16% di kisaran level 104.91.

Indeks Dolar AS (Time Frame DAILY)

Mata uang Euro terpukul dalam beberapa pekan terakhir akibat kecemasan terhadap prospek ekonomi akibat perang di Ukraina. Selain itu, Euro juga terbebani oleh langkah kebijakan moneter Federal Reserve yang agresif untuk membendung laju inflasi.

Investor mengharapkan European Central Bank (ECB/bank sentral Uni Eropa) untuk mengangkat suku bunga keluar dari wilayah negatif tahun ini. Namun, sebagian investor menilai bahwa Euro masih akan tertinggal dengan margin yang signifikan. Bahkan, banyak analis dan investor yang makin menguatkan prediksi bahwa Euro akan berisiko jatuh ke level parity terhadap Dolar AS. Atau… EUR/USD bakal merosot ke level $1.000.

Analis MUFG, Lee Hardman, mengatakan: “Dalam jangka pendek, sulit untuk menemukan indikasi yang dapat mendukung bahwa Euro akan mampu membalikkan tren negatif terhadap Dolar AS. Euro bisa jatuh ke level parity, atau bahkan lebih buruk lagi. Kecuali jika perang Rusia-Ukraina mulai surut, sepertinya akan sulit bagi mata uang Euro untuk berbalik arah.”

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.